Gereja dunia · 16 September 2026
Carlos de Sigüenza y Góngora Menyatukan Iman Katolik dan Sains Modern
Carlos de Sigüenza y Góngora merupakan sosok yang mewakili penyatuan antara iman Katolik dan sains modern di dunia Hispanik.
Ia menempuh pendidikan bersama kaum Jesuit di Tepotzotlán dan Puebla, meskipun dikeluarkan karena ketidakdisiplinan pada tahun 1667. Ia tetap memegang spiritualitas Ignasian dan iman Katolik, lalu ditahbiskan sebagai imam sekuler pada tahun 1673. Sebelumnya, ia belajar di Real y Pontificia Universidad de México dan menjabat sebagai profesor matematika dan astrologi selama dua puluh tahun mulai tahun 1672.
Dalam peran profesionalnya, ia menjadi kapelan di Hospital del Amor de Dios dan kosmografer kerajaan bagi Carlos II. Ia menyusun peta umum pertama Kota Meksiko serta berbagai proyek hidrolik untuk mencegah banjir. Ia juga terlibat dalam ekspedisi ilmiah tahun 1693 ke Teluk Meksiko dan Florida untuk membuat peta laut Pensacola dan Misisipi.
Ia berupaya memisahkan takhayul dari sains, yang terlihat saat ia menulis Manifiesto filosófico contra los cometas pada tahun 1681 untuk menjelaskan komet secara ilmiah. Karya utamanya, Libra astronómica y filosófica tahun 1690, membantu memisahkan astronomi dari astrologi.
Kontribusi lainnya meliputi memimpin penggalian terdokumentasi pertama di Teotihuacán pada tahun 1675 dan mendirikan surat kabar pertama di Nueva España bernama Mercurio Volante. Pada tahun 1692, ia menyelamatkan arsip Cabildo dari kebakaran saat kerusuhan rakyat. Sebelum wafat, ia mengumpulkan materi untuk sejarah Meksiko kuno guna mengklaim kembali masa lalu pribumi di wilayah tersebut.