FaithfulNews
Masa Biasa

Gereja dunia · 28 Oktober 2026

Paus Leo XIV Menyatakan Cinta Kepada Allah Harus Meluap Menjadi Cinta Kepada Sesama

white book page on white table
Elena Putina / Unsplash

Paus Leo XIV menyatakan bahwa cinta kepada Allah tidak dapat sejati kecuali cinta tersebut meluap menjadi cinta kepada saudara dan saudari kita. Pernyataan ini disampaikan Paus Leo XIV selama acara Angelus pada hari Minggu tanggal 25 Oktober di Lapangan Santo Petrus. Paus tersebut merenungkan Injil hari itu dari Santo Matius, di mana seorang pengajar hukum mencoba Yesus dengan bertanya perintah manakah yang terbesar. Yesus menjawab dengan kata-kata dari Kitab Ulangan yang menyatakan perintah untuk mengasihi Tuhan Allah dengan seluruh hati, jiwa, dan akal budi. Dalam penjelasan tersebut, Paus Leo menyatakan bahwa Kristus menempatkan cinta di pusat hubungan kita dengan Allah. Paus Leo XIV menekankan bahwa sekadar mengakui keberadaan Allah atau keagungan-Nya tidak cukup untuk membangun hubungan yang benar.

Tuhan mencari hubungan pribadi dengan manusia dan ingin menjadi Allah bagi umat-Nya. Cinta kepada Allah bukan kewajiban yang dipaksakan melainkan ekspresi terdalam dari keinginan manusia yang menemukan pemenuhan dalam persekutuan dengan-Nya. Cinta tersebut menjadi otentik ketika merespons cinta Allah yang selalu mendahului manusia. Perintah kedua yang diberikan Yesus adalah untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Kedua perintah ini berasal dari sumber yang sama dan saling berkaitan erat. Melalui hubungan dekat dengan Allah, manusia belajar melihat diri sendiri dan orang lain melalui mata Kristus. Hal ini mengatasi sifat egois dan mengubah cinta kepada diri sendiri menjadi kasih yang tulus bagi orang lain. Paus Leo XIV kemudian mengutip kata-kata Santo Thérèse dari Anak Yesus yang memahami bahwa cinta mengilhami kehidupan dan misi Gereja.

Tanpa cinta, iman akan kehilangan esensinya dan pekerjaan baik akan menjadi sekadar moralisme tanpa makna. Paus Leo XIV mengingatkan bahwa cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama tidak dapat dipisahkan. Kita hanya dapat mengasihi sesama dengan benar jika kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak dari Bapa yang sama yang telah mengasihi kita terlebih dahulu melalui Anak-Nya, Yesus. Paus Leo XIV menutup renungannya dengan mengundang umat untuk meminta anugerah hati baru yang mampu merangkul dan menjalankan perintah terbesar tersebut. Ia menyerahkan doa ini kepada perantaraan Bunda Maria yang Berjaga Suci yang hatinya penuh dengan cinta semata.