FaithfulNews
Masa Biasa

Misi dan bantuan · 30 September 2026

Juga diterbitkan dalam 日本語

Paus Leo XIV Ajak Para Pengunjung Lourdes Menjadi Misionaris Harapan

man in green t-shirt and blue denim jeans holding brown cardboard box
Alexander Simonsen / Unsplash

Paud Leo XIV menyampaikan pidato di gereja Lourdes pada hari Minggu, hari ketiga perjalanan apostoliknya ke Prancis, di mana ia menekankan pentingnya konversi dan penyesalan.

Ia mengajak para pengunjung, baik dari Prancis maupun dari seluruh dunia, untuk membawa "konsolasi Lourdes" kembali ke rumah dan komunitas mereka. Ia menegaskan bahwa Lourdes menampilkan wajah universal Gereja dan menyoroti nilai kehidupan manusia serta harapan hidup kekal.

Paus menekankan bahwa konversi berarti meninggalkan jalan yang telah menyesatkan dan memilih "jalan kehidupan". Ia mengutip kata-kata Maria kepada Santo Bernadette: "Aku tidak menjanjikan kebahagiaan di dunia ini, tetapi di dunia berikutnya." Ia menegaskan bahwa Lourdes mengingatkan kita akan martabat setiap kehidupan manusia.

Ia menyoroti bahwa di Lourdes, alat bantu seperti tongkat, kursi roda, dan air mata tersembunyi bukanlah penghalang, melainkan tempat di mana orang dapat bertemu kasih Tuhan. Ia menegaskan panggilan penyesalan berulang kali: "Penyesalan! Penyesalan! Penyesalan!".

Paus mengaitkan panggilan ini dengan konflik dan penderitaan di dunia saat ini, menanyakan bagaimana hati kita tidak tergerak oleh konflik yang menewaskan banyak jiwa tak bersalah. Ia menegaskan bahwa akar kejahatan ada di hati manusia dan bahwa hati manusia harus berubah, dimulai dari diri sendiri.

Ia memanggil Gereja untuk mengakui kesalahannya, menyerukan keberanian untuk memulai perubahan dari dalam. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati dalam menghadapi luka mendalam, ketidaksetiaan, dan kesalahan yang menyakitkan.

Paus kemudian menyoroti penderitaan orang sakit, menyatakan bahwa penderitaan mereka dapat menjadi partisipasi dalam karya penebusan Kristus. Ia menegaskan bahwa penderitaan mereka, bila disampaikan dalam semangat pengorbanan, dapat berkontribusi pada "karya penebusan yang sangat dibutuhkan dunia".

Ia menutup pidatonya dengan mengingatkan para pengunjung bahwa mereka akan meninggalkan Lourdes dengan perubahan. Ia menegaskan bahwa mereka tidak akan pergi seperti datang, melainkan sebagai misionaris harapan, dan bahwa "keajaiban Lourdes" adalah kemampuan untuk membangkitkan kegembiraan harapan di tengah penderitaan.

Paus Leo XIV menegaskan bahwa setiap pengunjung Lourdes akan meninggalkan tempat itu dengan hati yang berubah, membawa pesan harapan ke dunia.