Gereja dunia · 2 Oktober 2026
Juga diterbitkan dalam हिन्दी
Gereja Katolik Memperingati Hari Raya Para Malaikat Agung
Gereja Katolik merayakan hari raya untuk Malaikat Agung Michael, Gabriel, dan Rafael pada tanggal 29 September. Perayaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang berkaitan dengan malaikat, yang kemudian diikuti oleh hari raya Malaikat Pelindung pada tanggal 2 Oktober.
Dalam tradisi Kristen dan berbagai agama lainnya, malaikat dipandang sebagai makhluk yang menjaga manusia. Secara teologis, malaikat digambarkan sebagai penghubung antara Tuhan dan manusia, terutama saat manusia sangat membutuhkan bantuan dan kedekatan dengan Tuhan.
Kitab Suci Perjanjian Lama menampilkan malaikat dalam buku para nabi, seperti Yesaya, Ezechiel, dan Micha, di mana mereka digambarkan sebagai dewan takhta Tuhan yang disebut Kerubim dan Serafim. Selain itu, malaikat muncul sebagai utusan Tuhan, seperti malaikat yang mencegah Abraham mengorbankan putranya, Isaak, malaikat yang menampakkan diri kepada Musa di semak berduri yang terbakar, serta malaikat yang memandu bangsa Israel menuju Tanah Terjanji.
Dalam Perjanjian Baru, terdapat malaikat yang menyampaikan kabar kepada Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak, serta malaikat yang mengabarkan kebangkitan Yesus kepada para wanita di kubur yang kosong. Kitab Wahyu Yohanes menggambarkan malaikat sebagai sosok yang akan muncul pada akhir zaman untuk menjalankan penghakiman dunia melalui tiupan sangkakala.
Sejarah teologi mencatat berbagai pemikiran mengenai hierarki malaikat. Pada abad kelima, Pseudo-Dionysius mengusulkan adanya tingkatan di surga yang dimulai dari Serafim, diikuti oleh Kerubim, Takhta, serta Kekuasaan, Kekuatan, dan Otoritas surgawi. Pada Abad Pertengahan, Thomas dari Aquino menulis bahwa malaikat adalah roh murni tanpa tubuh atau materi, yang memiliki martabat lebih tinggi daripada manusia dan hewan, namun tetap merupakan makhluk ciptaan yang tidak kekal.
Kepercayaan terhadap malaikat, termasuk malaikat pelindung, dianggap memberikan gambaran tentang realitas ilahi dan menunjukkan bahwa Tuhan peduli serta menyertai perjalanan hidup manusia.