Misi dan bantuan · 20 September 2026
Empat Organisasi Menuntut Perdamaian Kristus
Pada 17 September, Nasional Konsorsium Pendeta untuk Perdamaian Keadilan mengeluarkan pernyataan bersama dengan empat organisasi agama, menyerukan bahwa "kekuatan militer tidak dapat menciptakan perdamaian. Pengiriman pasukan bukanlah solusi." Keempat organisasi tersebut mengakui tanggung jawab pemerintah untuk melindungi keselamatan warga dan kapal, namun mereka khawatir bahwa pengiriman pasukan akan menjadikan Korea terlibat dalam konflik bersenjata, yang dapat membahayakan tentara dan masyarakat.
Mereka merujuk pada perkataan Yesus "Aku meninggalkan kamu perdamaian" (Yohanes 14:27) sebagai standar perdamaian. Mereka menjelaskan bahwa perdamaian Kristus bukanlah tentang menaklukkan lawan dengan kekuatan, melainkan tentang menyelamatkan kehidupan dan mengubah konflik menjadi rekonsiliasi. Mereka mendesak pemerintah untuk fokus pada kerjasama internasional dan perlindungan sipil, alih-alih memperkuat kekuatan militer.
Keempat organisasi juga mempertanyakan istilah 'tugas non tempur', dengan alasan bahwa nama tersebut tidak menyembunyikan risiko dari aset militer. Mereka mengingatkan bahwa Konstitusi mengharuskan persetujuan parlemen untuk mengirimkan tentara ke luar negeri, dan bahwa pemerintah tidak boleh menghindari pengawasan parlemen dengan dalih 'non tempur'. Meskipun keamanan jalur pengiriman minyak dan keuntungan ekonomi penting, mereka menekankan bahwa keselamatan tentara dan masyarakat tidak dapat dipertukarkan.
Mereka menyerukan pemerintah untuk segera menghentikan pertimbangan pengiriman pasukan dan kembali ke kebijakan keamanan yang berfokus pada kehidupan dan perdamaian, menekankan bahwa "memilih perdamaian bukan berarti mengorbankan keamanan."