FaithfulNews
Masa Biasa

Gereja dunia · 17 Oktober 2026

Juga diterbitkan dalam Deutsch, English

Persyaratan persetujuan pribadi kurangi jumlah pelapor Equmeniakyrkan secara signifikan

A tall tower with a clock on the top of it
Richard Heinen / Unsplash

Jumlah dasar subsidi yang dilaporkan oleh Equmeniakyrkan turun dari 96.460 menjadi 45.254 orang setelah persyaratan persetujuan pribadi diterapkan. Penurunan ini berdampak langsung pada dukungan yang diterima oleh jemaat-jemaat di bawah naungan organisasi tersebut.

Victoria Gejrot Holst, sekretaris gereja di Equmeniakyrkan, menjelaskan bahwa penurunan angka ini tidak mencerminkan berkurangnya jumlah anggota atau peserta kegiatan gereja. Ia menyatakan bahwa masalahnya terletak pada kesulitan dalam melaporkan orang-orang yang sudah ada dalam kegiatan gereja. Setiap orang yang ingin dihitung dalam pengajuan subsidi negara kini harus memberikan persetujuan pribadi secara eksplisit. Keanggotaan jemaat atau kebiasaan bernyanyi di paduan suara saja tidak lagi dianggap cukup sebagai bukti partisipasi.

Proses pengumpulan persetujuan ini menjadi beban administratif yang besar bagi setiap jemaat. Beberapa jemaat belum melaporkan satu pun persetujuan, sementara yang lain berhasil mengumpulkan data tetapi tidak semua peserta tercantum. Ada peserta yang lupa merespons, dan ada pula yang ragu untuk menyerahkan data pribadi seperti nama, alamat, dan tanggal lahir. Victoria Gejrot Holst mengakui bahwa ia memahami frustrasi yang dirasakan oleh para jemaat karena beban kerja ini harus ditanggung oleh staf dan sukarelawan.

Dana subsidi organisasi negara digunakan untuk mendukung kegiatan jemaat, termasuk penanaman jemaat baru dan layanan dalam program pembangunan lokal. Karena jumlah orang yang dapat dilaporkan berkurang, kemampuan untuk memberikan dukungan tersebut juga terpengaruh. Setiap persetujuan memberikan nilai yang bervariasi tergantung pada total dana subsidi negara dan jumlah pelaporan dari masing-masing organisasi. Equmeniakyrkan tidak berencana memperkenalkan biaya keanggotaan sebagai solusi cepat, karena hal itu bertentangan dengan cara gereja memandang fungsi keanggotaan.

Organisasi ini terus berdialog dengan otoritas terkait untuk menyederhanakan proses kerja. Laporan terbaru untuk tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang jelas karena jemaat menjadi lebih baik dalam mengumpulkan persetujuan. Untuk tahun 2026, persetujuan harus diberikan paling lambat 31 Desember. Victoria Gejrot Holst menekankan bahwa data yang tidak lengkap berisiko memberikan gambaran yang salah tentang skala sebenarnya dari Equmeniakyrkan di mata negara.