---
title: Mikael Hallenius Berbicara Tentang Masa Depan Gereja yang Menantang
url: https://www.faithfulnews.com/id/mikael-hallenius-berbicara-tentang-masa-depan-gereja-yang-menantang
published: 2026-10-05T07:05:14+00:00
language: id
section: Gereja dunia
source: https://sandaren.se/nyheter/2026/10/02/mikael-hallenius-framtidens-kyrka-kommer-att-skava/
organizations: Akademi för ledarskap och teologi, Neighbourhood
publisher: FaithfulNews
---

# Mikael Hallenius Berbicara Tentang Masa Depan Gereja yang Menantang

Mikael Hallenius membahas bagaimana menghadapi masa depan gereja yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan pribadi dalam sebuah siaran podcast.

Hallenius, yang merupakan seorang pengkhotbah, penulis, dan pengajar, menekankan pentingnya tetap bertahan meskipun bentuk organisasi berubah. Ia menyarankan agar hal-hal lama diberikan penutupan yang layak dan memberikan ruang yang lebih besar bagi penghiburan. Ia menggunakan contoh kakek dari istri Agnetas, yaitu Sven, yang tetap bertahan di jemaatnya di Örebro pada tahun 1980-an meskipun ia tidak menyukai tarian pujian yang diperkenalkan saat itu.

Sebagai seseorang yang telah menjadi pendeta selama 30 tahun dan kini mengajar di Akademi för ledarskap och teologi, Hallenius memberikan bimbingan kepada calon pendeta dan mentor bagi mereka yang sudah bertugas. Ia memperingatkan agar para pemimpin tidak terjebak pada keyakinan kaku yang dapat menghambat kemampuan untuk mendengar sesama atau menerima hal-hal baru yang tumbuh di dalam gereja.

Hallenius berharap gereja dapat hidup dalam kepastian sebagai anak-anak Tuhan, namun tetap menerima ketidakpastian mengenai masa depan organisasi tersebut. Ia menyatakan bahwa jemaat harus menjunjung tinggi Kristus sambil tetap memberi ruang bagi orang-orang yang sedang bergumul dengan iman mereka. Menurutnya, komunitas lokal gereja sangat penting sebagai tempat bernaung dan menyediakan kebiasaan yang memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari, seperti ibadah, membaca Alkitab, doa, dan kelompok kecil.

Kepada para pendeta muda, Hallenius menyarankan agar mereka mampu berperan sebagai bidan yang membantu kelahiran kehidupan baru, sekaligus sebagai pengusaha pemakaman yang memastikan hal-hal yang telah berakhir mendapatkan penutupan yang bermartabat. Ia mencontohkan rumah musim panas jemaat yang mungkin tidak lagi bisa dikelola oleh generasi muda, di mana membantu orang mengucapkan selamat tinggal merupakan tugas pastoral yang penting.

Ia mengamati adanya kehidupan baru yang tumbuh melalui inisiatif sosial, seperti kerja barang bekas dan upaya Neighbourhood dalam menjangkau kaum muda. Hallenius percaya bahwa pemimpin dapat bekerja dengan setia tanpa harus mengendalikan hasil akhir, karena hanya Tuhan yang memberikan pertumbuhan.

Terakhir, Hallenius menekankan bahwa kemampuan gereja untuk memberikan ruang bagi duka akan menjadi semakin penting. Ia merujuk pada peristiwa penembakan sekolah di Örebro sebagai contoh saat gereja menjadi tempat berkumpul bagi mereka yang membutuhkan. Ia memperingatkan bahwa jika duka tidak diberi ruang atau tidak diungkapkan dengan kata-kata, hal itu sering kali berubah menjadi kemarahan. Ia memandang bahwa memberikan penghiburan adalah tugas profetik yang sentral bagi gereja.

## This story in other languages

- [한국어](https://www.faithfulnews.com/ko/mikael-hallenius)
