Gereja dunia · 31 Oktober 2026
Juga diterbitkan dalam Français
Mattias Martinson Menekankan Pentingnya Persatuan Gereja dan Pelayanan Sosial
Mattias Martinson menyatakan bahwa seluruh gereja membutuhkan seluruh bagian dari gereja itu sendiri. Musisi dan penginjil ini menekankan perlunya gereja yang bersatu di sekitar Yesus, memberikan ruang bagi kaum muda, serta mengizinkan semua orang untuk terlibat dan melayani.
Martinson mengamati adanya peningkatan rasa lapar akan iman di kalangan dewasa muda. Hal ini terlihat dalam kunjungannya ke sekolah tinggi rakyat dan sekolah Alkitab, di mana ia melihat semangat yang lebih besar untuk membaca Alkitab, mengajukan pertanyaan, dan beribadah. Ia mencatat bahwa beberapa siswa datang dengan pengetahuan awal yang minim dan ingin memberikan kesempatan bagi iman serta pendidikan Alkitab.
Menurut Martinson, pembaruan gereja tidak boleh hanya terjadi di dalam ibadah, tetapi harus terlihat melalui kepedulian terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada orang miskin, pengungsi, anak asuh, dan janda adalah masalah kredibilitas. Iman mendapatkan ekspresi konkret ketika jemaat melayani lingkungan sekitar mereka, sehingga gereja menjadi kekuatan yang berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam pengalamannya, Martinson percaya bahwa perbedaan antar tradisi gereja harus ada dan bahkan boleh menimbulkan gesekan agar manusia menjadi lebih lembut. Ia mengibaratkan perbedaan tersebut seperti saudara dalam satu keluarga yang memiliki asal yang sama tetapi kepribadian berbeda. Ia berpendapat bahwa pengajaran dan pemberitaan harus selalu mengarah pada kerajaan Allah, yang memberikan alasan untuk bersikap murah hati terhadap orang lain.
Martinson juga menekankan pentingnya dukungan bagi kaum muda yang mengambil inisiatif. Ia memperingatkan agar gereja tidak membiarkan mereka berjuang sendirian tanpa bimbingan. Selain itu, ia mendorong agar lebih banyak orang diperlengkapi untuk misi, di mana setiap anggota jemaat, bukan hanya orang pilihan, harus dilibatkan untuk mendengar suara Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
Pengalaman masa kecil Martinson di pusat kursus Solåsen, yang didirikan orang tuanya pada tahun 1980, membentuk pandangannya. Di tempat tersebut, orang-orang dari tradisi Ortodoks, Katolik, Pentakosta, dan Baptis berkumpul, bahkan mereka yang berasal dari tradisi yang pernah saling menganiaya, namun akhirnya menemukan bahwa mereka saling terhubung.