FaithfulNews
Masa Biasa

Budaya dan gagasan · 20 September 2026

Juga diterbitkan dalam 日本語

Gereja melihat dalam seances spiritualis ancaman mematikan

a pair of sunglasses
Melvyn Swingler / Unsplash

Gereja menganggap seances spiritualis sebagai ancaman mematikan, karena roh jahat dapat menyamar sebagai orang terkasih yang telah meninggal atau malaikat cahaya untuk menjebak hati nurani manusia.

Spiritualisme dan pemanggilan roh, meskipun terkadang didorong oleh rasa ingin tahu anak-anak, sebenarnya membuka pintu bagi roh kekacauan untuk masuk ke dalam diri seseorang. Alkitab memperingatkan bahwa mencari kebenaran tentang dunia yang tak terlihat di luar Tuhan adalah tindakan ketidakpercayaan yang dalam terhadap kasih-Nya. Ketidakpercayaan ini merupakan akar dari segala jenis sihir, di mana manusia berusaha memaksa kekuatan supranatural untuk bertindak sesuai keinginan mereka, alih-alih dengan kerendahan hati menyerahkan diri kepada kehendak Bapa.

Alkitab dalam Kitab Ulangan secara jelas menyatakan bahwa Tuhan membenci semua orang yang terlibat dalam pemanggilan roh, karena praktik semacam itu merupakan pelanggaran nyata terhadap perintah pertama. Rasa ingin tahu tentang masa depan atau keinginan untuk berhubungan dengan dunia lain menjadikan manusia kehilangan kebebasan, dan mulai hidup dalam ketakutan terhadap ramalan atau kartu tarot, menjadi budak dari rasa takut.

Spiritualisme melumpuhkan jiwa, menjadikannya tidak mampu untuk berdoa secara tulus dan menerima sakramen, karena hati yang terinfeksi okultisme menjadi keras terhadap tindakan rahmat. Dalam Yesus Kristus, Tuhan sendiri datang kepada kita dan membuka surga, menggantikan roh-roh yang mati dengan Roh Kudus, yang bukanlah energi tanpa pribadi, tetapi Pribadi yang mencurahkan cinta ke dalam hati kita.