---
title: Dosen Kristen Dilarang Masuk Kampus 15 Bulan Setelah Mengajarkan tentang Kebebasan Beragama
url: https://www.faithfulnews.com/id/dosen-kristen-dilarang-masuk-kampus-15-bulan-setelah-mengajarkan-tentang-kebebasan-beragama
published: 2026-10-15T03:56:37+00:00
language: id
section: Gereja dunia
source: https://baptistnews.com/article/surely-this-christian-university-would-have-banned-amos-too/
organizations: Baptist News Global
publisher: FaithfulNews
---

# Dosen Kristen Dilarang Masuk Kampus 15 Bulan Setelah Mengajarkan tentang Kebebasan Beragama

Pada tanggal 7 Mei, Christina Littlefield, penulis buku yang telah direvisi dan diperbarui pada tahun 2009, dilarang memasuki kampus Universitas Kristen tempat ia bekerja selama 14 tahun. Kepala universitas memberitahukan bahwa selama 15 bulan, ia tidak diperbolehkan berada di kampus atau menghadiri acara yang diselenggarakan universitas tanpa izin tertulis dari kantor dekan.

Keputusan ini diberikan setelah Littlefield mengajarkan materi yang menantang narasi agama mayoritas. Ia menolak prinsip sensor dan memprotes nasionalisme Kristen yang mendominasi institusi. Selain itu, ia membantu mahasisya melihat Yesus bukan sebagai figur putih, yang membuat beberapa orang merasa tidak nyaman.

Pembukaan kasus ini mirip dengan kisah Roger Williams yang diaspora dari Koloni Massachusetts Bay pada tahun 1635. Williams dihukum karena membela kebebasan beragama dan mengkritik kekuasaan politik. Begitu pula dengan Christina Littlefield, yang tantangan terhadap kebijakan universitas dianggap sebagai pelanggaran.

Kepala universitas menyamakan tindakan Littlefield dengan sikap Raja Israel terhadap nabi Amos. Seperti nabi Amos yang dipaksa keluar dari Kerajaan Israel karena mengkritik elites yang menindas orang miskin, Littlefield juga menghadapi perlawanan karena membela ekspresi artistik dan kebebasan beragama. Keduanya digiring keluar karena dianggap mengganggu ketertiban yang ada.

Penulis kutipan dari Alkitab menyatakan nabi Amos pernah dilarang berprosa di Bethel, karena itu adalah tempat suci Raja dan istana Kerajaan. Namun Amos menjawab dengan berani bahwa ia dipanggil oleh Tuhan untuk berbicara kepada orang Israel, meskipun dihadapkan terhadap larangan.

Kasus ini menggambarkan kontras antara nilai-nilai akademis dan teologi yang kaku. Keputusan universitas menimbulkan perdebatan tentang batas-batas kebebasan akademis dalam konteks agama Kristen.

## This story in other languages

- [Français](https://www.faithfulnews.com/fr/une-universite-chretienne-bannit-une-professeure-pour-avoir-defendu-la-liberte-dexpression)
- [Português (Brasil)](https://www.faithfulnews.com/pt-br/universidade-crista-impoe-proibicao-de-15-meses-a-christina-littlefield-por-defender-liberdade-de-expressao)
- [हिन्दी](https://www.faithfulnews.com/hi/iisaii-vashavavathayalya-na-emasa-ka-paratabthhata-kaya-karashacayana-ltalfalda-ka-15-mahana-ka-le-nakal)
- [ไทย](https://www.faithfulnews.com/th/story-129)
